Kita mungkin akan merutuki siaran televisi ataupun film-film yang sedang booming. Apalagi jika cerita yang diangkat berlatar belakang remaja. Dua garis biru misalnya, terdapat adegan dimana pemainnya .... dan kemudian adalagi sinetron terbaru dari jendela SMP. Yang pemain utamanya memang usia SMP. Jangankan adegan, pakaiannya saja sudah bikin emak - emak ngelus dada. Apakah hanya sampai sudah merutuki atau ikut memboikot? Ngga cing, bikin film itu mahal. PH ngga mungkin main turunin saja iklan dari bioskop. Jadi? Cobalah untuk menjadi bagian memutus mata rantai. Memanfaat profes dan fitrah yang Tuhan beri. Berawal dari diri sendiri dengan mengubahnya mindset dan mengatur arah bacaan.
Saya belum jadi orang tua. Belum punya anak yang lahir dari rahimku. Pun belum menemukan partner yang sevisi dan semisi. Tapi Tuhan beri saya tempat belajar yang paling asyik "sekolah" dengan keunikannya.
Kalian yang sudah bergelar orang tua milenial pasti lebih tau rasanya. Dan kalian yang akan segera mengikat perjanjian mitazaqan ghaliza, mulailah dari cara yang baik. Kamu sebagai pembawa bibit unggul dan istrimu sebagai ladang yang subur tentu akan menghasilkan hasil yang baik. Seperti sebuah piramida belajar. Akan semakin aktif jika ditambahi diskusi, sambil mempraktikkan dan sambil diajarkan.
Selamat menikmati bacaan yang bergizi. Ah,,, begini rasanya semakin tak berilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar